Anak cerdas adalah dambaan setiap orang tua. Namun tahukah kita bagaimana cara mengatarkan anak kita menjadi anak cerdas???
Aku kaget sekaligus kagum ketika Rafa bertanya tentang iklan di televisi yang ia lihat. Saat itu ia sedang melihat iklan cat. Saat iklan itu dijelaskan bahwa rumah yang tidak dicat tampak jelek dan tak lama kemudian muncul sosok yang menakutkan. Sepontan Rafa yang sedari tadi melototi film kesukaannya belum juga muncul, bertanya : bun, rumahnya kalau tidak dicat keluar monsternya ya??? Disitulah aku kaget, kukira ia hanya bertanya asal karena ruang yang kami tempati catnya masih bagus. Lalu kujawab, ya tidak nak. Rumah kalau tidak dicat ya kelihatan jelek. Kemudian ia masih menyangkal dengan menunjukkan iklan yang muncul di layar kaca. "Lha itu". Batinku tersontak kagum, ternyata ia sedang menganalis iklan.
Tak hanya itu, suatu pagi pernah ia ikut ke pasar. Di pasar ia menyaksikan aku yang hanya beli lauk dan sayur untuk sarapan. Setelah selesai penjual membungkus pesananku, kuulurkan yang yang seharga pesanan kemudian beranjak pulang. Saat dalam perjalanan Rafa bertanya, lho bunda di rumah punya nasi ta???
Itulah perkembangan kecerdasan anak usia 4 tahun. Mampu menganalis melebihi prediksi orang dewasa. Jangan pernah menghentikan pertanyaannya karena hanya akan mematikan kecerdasannya.