Selasa, 25 September 2012

Antara Tapi dan Nanti



Kapan pun mendapatkan ide, 
saat itu juga adalah waktu 
yang tepat untuk menuangkan 
aksinya. 




















Jangan pernah menundanya. Apalagi dengan alasan tapi dan tapi. Nanti dululah masih tanggung.

Atau, masih masaklah. Masih mandikan anaklah dan lain sebagainya. Karena dengan berfikir tapi--tapi dan tapi---hal yang kecil demikianlah yang lalu menjadi penghalang dan tentu akan menghancurkan impian sendiri.

Kata "Tapi" atau yang sering dipakai "Tetapi", biasanya digunakan untuk mengatakan bahwa sesuatu itu belum sesuai. Atau lebih tepatnya, kata tapi digunakan sebagai kata penghubung (konjungsi) yang menyatakan pertentangan.

Maka dari itu, jika mempunyai ide kemudian tidak segera diaktualisasikan menjadi sebuah gerakan nyata, dan membawa kata tapi atau tetapi sebagai alibi niscaya ide itu akan segera berangsur-angsur musnah dari tempat bernaungnya.

Dan kata kedua yang sering kali menjadi penghalang sebuah mimpi/ keinginan kita adalah dengan "Nanti". Semua ide akan hilang begitu saja ketika kita menundanya untuk mengaktualisasikan dengan beralasan nanti, nanti dan nanti.

Belum percaya??

Coba saja.
Ketika ide keluar dan tundalah
dengan kalimat: tapi atau nanti, just inspiring and smile, []